Minggu, 17 Januari 2016

Visa China, Mudah Gak Sih?


"tuntutlah ilmu sampai ke negeri China"
Pernah dengar pepatah seperti itu? Aku pernah. Walaupun sampai sekarang, aku masih belum paham kenapa ilmu harus dituntut bukannya dipelajari, dipahami, dan dipraktekkan. Laahh.. jadi ngelantur.. Singkatnya, aku belum sampai pada tahap punya niatan menuntut ilmu sampai ke China, kalo menuntut ilmu ke Korsel sih iya *eh malah curhat*. Tapi, aku sudah berniat untuk mengunjungi negara super besar itu suatu saat. Nah, gayung bersambut, di bulan Januari 2016, aku memperoleh undangan arisan berkunjung ke Beijing, tempat salah seorang sahabatku menjalani program pascasarjana bersama suaminya.

Memanfaatkan kondisi aji mumpung -mumpung ada temen disana, mumpung ada yang bisa jadi guide, dan mumpung lainnya- aku mulai mencari tiket murah ke China. Beruntung, maskapai merah milik negara tetangga lagi ngadain promo besar-besaran ke negeri di Asia Timur. Jadi gak perlu waktu lama, proses issued tiket pun beres. Langkah selanjutnya adalah mulai browsing dan googling tentang cara memperoleh visa ke China. Hasil riset kecil-kecilan menunjukkan kalau membuat visa China itu mudah. Rupanya, khusus untuk pembuatan visa ke China dilakukan oleh pihak ketiga. Yah, mirip-mirip kalau mau urus visa Schengen gitu. Btw, aku belum pernah berhasil memperoleh visa Schengen, itu karena .... ah sudahlah.

tampilan form visa
Terhitung mulai 5 Februari 2010, semua urusan visa ditangani oleh Pusat Pelayanan Permohonan Visa RRC. Lokasinya di Gedung "The East", Jalan Mega Kuningan St. Kav. E.3-2 No.1 Jakarta Selatan 12950.

Untuk formulirnya, bisa diunduh di website Chinese Visa Application. Sebelum mengisi formulir, pastikan dulu yah tujuannya untuk apa. Karena, nantinya terkait dengan persyaratan kelengkapan formulir visa. Kalau untuk jalan-jalan, kode visanya adalah 'L', yang khusus untuk pariwisata. Total ada 4 (empat) lembar yang harus diisi dan dilengkapi di dalam formulir.

Proses penerbitan visa-nya sendiri kalau 'normal' membutuhkan waktu sekitar 4 (empat) hari kerja. Sedangkan kalau yang 'kilat' hanya membutuhkan 2 (dua) hari kerja, namun dengan biaya yang lebih mahal. Dan kalau mau yang 'super duper kilat" karena mendesak, biayanya paling mahal diantara kategori lainnya. Padahal, untuk biaya visa single entry saja sudah cukup mahal, yaitu Rp. 540.000,- (harga per November 2015)

biaya pembuatan visa
Masa berlaku visa 'single entry' adalah 3 bulan. Jadi, sebaiknya mengajukan satu bulan sebelum tanggal keberangkatan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Aku sendiri, mengajukan visanya dua minggu sebelum keberangkatan. Lahhhh?? Iya, agak mepet, soalnya mesti menyesuaikan sama jadwal ngantor *eh ini sih alesan doang, aslinya mah belum sempat bikin foto sama isi formulir karena asik main air di Belitung*.

Syarat berkas administrasi pengajuan visa cukup mudah kok. Aku cuma perlu menyiapkan:

  1. formulir yang sudah diisi dengan lengkap menggunakan huruf KAPITAL dan ditempel foto berwarna dengan backgroud putih ukuran 4x6 sebanyak 1 lembar.
  2. paspor asli dan fotokopi paspor (cukup halaman pertama dan terakhir)
  3. bukti pembelian tiket pesawat PP
  4. bukti booking hotel selama di China
  5. itenerary selama di China
Udah, itu aja. Aku sempat melampirkan juga fotokopi KK, KTP, NPWP, sama semua halaman di paspor yang ada capnya, tapi dibalikin semua. 

Saat semua berkas sudah lengkap, di suatu hari bulan Desember 2015 yang mendung, aku menuju gedung The East, lokasi tempat pengajuan visa China. Untuk mencapai gedung The East, aku naik Commuter Line dari stasiun UI dan turun di stasiun Tebet. Setelah itu lanjut naik angkot 44 dari depan stasiun dan turun persis di depan gerbang Lingkar Mega Kuningan. Dari gerbang ini, bisa aja sih naik ojek dengan tarif minimum IDR 15k. Tapi, aku memilih jalan kaki, karena banyak mas-mas ganteng pegawai kantoran yang jalan kaki. Cukup berjalan sekitar 10-15 menit, sudah sampai di gedung The East, yang juga kantornya .NET TV. Letak tempat pengajuan visa ada di gedung The East lantai 2, jadi gak perlu naik lift.

Proses apply-nya cepet banget, gak sampai berjam-jam kok. Jadi, di pintu masuk, pak satpam akan menanyakan keperluan kita, apakah mau apply visa atau ambil visa. Nomor antrian antara apply visa dan ambil visa berbeda, begitu pula dengan apply perorangan atau kelompok/agen tur. Di dalam ruangan, banyak loket-loket yang dibuka untuk melayani proses pengajuan visa. Pengunjung cukup duduk manis menatap layar monitor besar yang menayangkan nomor-nomor antrian yang akan dipanggil. Saat apply, cuma taruh berkas, lalu diinfokan waktu pemrosesan visa, harga visa, serta kapan visa bisa diambil. Belum ada proses bayar membayar. Setelah berkas diterima, sudah boleh pulang. Haa.. mudah banget kaan.. Lebih lama waktu perjalanan ke gedung The East-nya daripada waktu pengajuan visanya.

Empat hari kerja kemudian, aku sudah bisa mengambil visa dengan proses yang sama seperti apply visa. Bedanya, ada proses bayar membayar. Single entry visa dihargai IDR 540k. Saat aku mengecek paspor, sudah ada visa China berlatar Great Wall yang tertempel manis di halaman pasporku. Yeaaay...

0 comments:

Posting Komentar

Playlist