Selasa, 30 Juni 2015

Dream Came True



"Don't let your dreams be dreams"

Begitulah quote yang aku baca di salah satu aplikasi foto. Beberapa referensi buku yang kubaca, semua pencapaian besar orang-orang terkenal berawal dari mimpi. Tepatnya, sih, mimpi yang disertai keyakinan kuat dan usaha untuk mewujudkan. Karena kalau cuma mimpi tanpa tindak lanjut, itu sih, mimpi kosong belaka.

Waktu usiaku 11 tahun, aku ikut olahraga beladiri taekwondo dan dalam sekejap langsung jatuh cinta mendalam dengan olahraga itu. Hingga bermimpi kalau suatu saat aku bisa berlatih dan bertanding taekwondo di negara asalnya, yaitu Korea Selatan. Saat itu, rasanya aku bisa mewujudkan mimpiku kalau aku tekun dan giat berlatih menjadi atlet taekwondoin. Namun, ternyata
mimpi menjadi atlet profesional taekwondoin kandas ketika aku dinyatakan lulus seleksi menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi kedinasan.

Kesibukan kuliah dan kehidupan berasrama, membuatku secara perlahan meninggalkan taekwondo dan melewatkan berbagai momen pertandingan penting penentu diterima atau tidaknya seseorang menjadi bagian dari tim nasional taekwondo. Walau begitu, impian dan harapan untuk bisa menginjakkan kaki di Korea Selatan tetap ada. Malah semakin meningkat, karena saat kuliah aku dicekoki drama-drama Korea yang sedang booming saat itu. Beberapa drama yang aku sukai mengambil setting lokasi indah yang tersebar di seantero di Korea Selatan. Saat itulah aku menyadari kalau banyak sisi menarik dari Korea Selatan selain taekwondonya.

Lulus kuliah, aku pun mulai membuat paspor. Awalnya, sih, karena tergiur dengan iming-iming menjejakkan kaki di negara lain akibat terlalu banyak dijejali buku tentang travelling-nya Trinity dan Agustinus Wibowo. Impianku sedikit berubah, dari yang awalnya hanya ingin ke Korea Selatan menjadi ingin berkeliling dunia. Rasanya, Tuhan yang Maha Pencipta ini telah menciptakan dunia yang kita tinggali dengan indah, kini tinggal kemauan kita untuk mau menelusuri jejak keindahan itu atau nggak. Walaupun begitu, Korea Selatan tetap masuk ke dalam bucket list-ku.

Saat aku mampu secara finansial, kala rekan seangkatanku memilih untuk menginvestasikan uangnya untuk beli rumah dan properti lain, aku memilih untuk pergi umroh. Rasanya bahagia lahir batin dapat berkunjung ke tempat paling suci di bumi ciptaanNya. Sepulang umroh, aku bertekad untuk kembali ke tanah suci kala musim haji dengan pasangan hidupku kelak. Selama disana, banyak doa dan harapan yang kupanjatkan. Salah satunya tentang impianku untuk berkeliling dunia. Aku meminta restu sang pencipta dunia ini agar di setiap perjalananku kelak, banyak ilmu dan pembelajaran yang kudapatkan. Alhamdulillah, setelah pulang umroh, rencana perjalanan ke Korea Selatan pun dimudahkan prosesnya.

Dan kini, aku dengan bahagia menjalani proses pencapaian impianku sembari menanti pasangan hidup terbaik yang dipilihkan olehNya.

*perjalanan Ciputat-Ciseeng* #30062015

0 comments:

Posting Komentar

Playlist