Selasa, 18 Maret 2014

BAKUMAN VOL. 1


Penulis : Tsugumi Ohba, Takeshi Obata
Penerbit: M&C Comics
Tahun   : 2013
Asal    : Jepang
Genre   : Manga
Add caption
Sudah tertarik dengan komik ini sejak tahun lalu dan masuk list komik koleksi. Namun, setiap mau membeli komik ini selalu saja kalah prioritas dengan komik lain (Chef Mitsuboshi dan Pretty Boreumi). Nah baru di bulan Maret 2014, komik ini bisa berada ditanganku dan itu pun tidak disengaja.
Ketemunya di Jogja waktu nemenin Wawa nyari buku financial planning di Gramed-nya Ambarukmo Plaza. Sembari menunggu Wawa menemukan buku yang dicari, aku iseng jalan ke bagian komik untuk menemukan seri #4 komik Niina’s First Love Story yang langka di Jakarta. Eh mataku terpaku sama tumpukan volume Bakuman yang komplit dari #1 sampe #5 (dan masih berlanjut ke volume berikutnya). Langsung deh kuambil semua sebelum tergoda beli komik lain (sempet melirik bundel Shanaou Yoshitsune Genpei War).

Bakuman ini bercerita tentang perjuangan dua orang teman sekolah yang berkolaborasi mengejar impian untuk menjadi mangaka. Mangaka adalah orang yang membuat manga (komik). Di Jepang, profesi mangaka merupakan salah satu profesi bergengsi yang maampu menghasilkan banyak uang. Namun untuk menjadi seorang mangaka terkenal yang sukses macam Fujiko F. Fujio (Doraemon) atau Aoyama Gosho (Detective Conan) yang karya manga-nya dibuat anime bahkan film, perlu kerja keras dan ketekunan selama bertahun-tahun serta tidak pernah berhenti belajar. Manga Bakuman diciptakan oleh Tsugumi Ohba yang merupakan mangaka pembuat serial Death Note yang terkenal itu (aku belum pernah baca Death Note, hanya pernah nonton salah satu episode Running Man yang bertema Death Note).
Diceritakan bahwa Moritaka Mashiro memiliki kemampuan hebat dalam hal menggambar sejak kecil dan Akito Takagi jago dalam hal bercerita. Di sekolah, Moritaka Mashiro sering dipanggil oleh rekan-rekannya dengan sebutan Saikou, karena huruf kanji “moritaka” umumnya dibaca sebagai “saikou”. Sedangkan Akito Takagi dijuluki Shuujin oleh Moritaka, karena huruf kanji “akito” bisa dibaca sebagai “shuujin”. Yah, walau arti dari Shuujin sendiri kurang enak didengar, karena shuujin berarti pesakitan kriminal. Pantas saja kalau Akito ngambek ke Moritaka.. hahahaha.. dan biar lebih akrab ke tokoh-tokoh utamanya, mari kita panggil mereka pakai nama sebutan.

Awalnya, Saikou menolak menjadi mangaka karena pamannya sendiri yang seorang mangaka ditemukan tewas di apartemennya. Saikou menganggap pamannya mati bunuh diri karena gagal menjadi mangaka sukses. Nah, Shuujin ini orang yang berperan penting dalam mengajak Saikou menjadi mangaka, walau ngajaknya dengan penuh pemaksaan dan pake cara “black mail”. Setelah Saikou dapat ijin orang tuanya untuk menjadi mangaka, kakek Saikou memberikan kunci apartemen paman Saikou. Apartemen itulah yang nantinya menjadi basecamp duo ini untuk belajar dan membuat manga. Selama libur musim panas, mereka berdua berkolaborasi membuat naskah pertama untuk ditunjukkan kepada editor majalah Jump, majalah terkenal tempat mangaka dapat melihat apakah karya mereka disukai pembaca atau tidak. Naskah itu selesai sebelum liburan musim panas berakhir. Ah iya, selain Saikou dan Shuujin, ada tokoh lain yang juga berperan cukup penting, yaitu Azuki yang merupakan teman sekelas mereka berdua dan bercita-cita menjadi Seiyuu.

Yang aku suka dari komik ini, selain jalan ceritanya yang menarik, juga selalu diberikan Name (storyboard) dari Ohba dan Obata di akhir Page. Selain itu, ada quotes dari mangaka lain, seperti dari Ikki Kajiwara tentang 5 prinsip utama cowok yang juga bisa kita terapkan di dunia nyata.
Requirements of a Man (Otoko No Jouken) by Ikki Kajiwara
1.  Jangan pernah membuat karya yang jelek. Kerahkan seluruh daya upaya di setiap goresan tinta!
2.  Jangan pernah mengejar popularitas semu. Popularitas sejati adalah yang sanggup mengguncang bumi dan berakar dalam.
3.  Setinggi apa pun kamu berada, jangan pernah merasakan keterikatan pada tempat itu. Antara topan badai dan kedamaian, pilihlah topan badai.
4.  Apa pun yang terjadi, jangan pernah menangisi kekalahan. Kekalahan adalah pangkal keberhasilan.
5.  Setelah menerapkan empat prisip tadi, jangan pernah berpikir bahwa kamulah yang paling benar. Anggap semua orang sebagai guru tempat menimba ilmu.
-mel-

13032014

0 comments:

Posting Komentar

Playlist