Selasa, 29 Januari 2013

Sepeda Merah Yahwari #1

0 comments

Dari awal terpajang rapi di salah satu rak toko buku langganan, aku sudah langsung tertarik untuk membeli buku ini. Apalagi penulisnya adalah Kim Dong Hwa yang juga membuat trilogi novel grafis favoritku: warna tanah, warna air, dan warna langit.

Di novel grafis ini, Kim Dong Hwa menceritakan beragam kisah di desa Yahwari melalui keseharian tukang pos bersepeda merah. Uniknya, di setiap surat yang ditujukan ke rumah-rumah di desa yahwari tidak menuliskan alamat rumah berdasarkan nomor rumah atau nama wilayah. Melainkan nama julukan untuk rumah yang dituju. Jadi setiap hari si tukang pos berkeliling mengantarkan surat ke rumah yang memiliki julukan, seperti:'rumah dengan semak-semak warna khaki', 'rumah bertepi bunga-bunga liar', 'rumah kuning dalam kehijauan', dan masih banyak lagi julukan yang lain.. Pertama kali si tukang pos mengantar surat, dia heran melihat beragam julukan itu..

Bukankah lebih sederhana jika menggunakan nomor? (hal12).
Hebatnya si tukang pos, walau alamat rumah-rumah itu membuat kepala pusing, dia tetap mengirimkan surat ke alamat tujuan. Di desa yahwari, si tukang pos punya rumah favorit dan setiap pagi dia selalu mencari apakah ada surat untuk si pemilik rumah.. *hehehe, buat alibi supaya bisa datang setiap hari ya pak?* *kira-kira, kenapa ya dia seneng banget ke rumah itu??*

Di desa Yahwari ada dua jalan yang terpisah oleh sungai dan dihubungkan oleh sebuah jembatan. Jalan Yetdong dan Jalan Sedong namanya. Dan selama lima hari di waktu tertentu, diadakan pasar di jembatan tersebut. Hanya di tempat itulah penduduk di kedua jalan bertemu. Pagi hari, penduduk Yetdong datang untuk menjual berbagai hasil bumi dan ternak. Sedangkan penduduk Sedong membawa banyak uang. Sore hari, sebaliknya.

Hemmm.. Hanya dengan melihat gambar pemandangan di desa Yahwari melalui goresan tangan Kim Dong Hwa ini rasanya seperti diajak pulang ke kampung halaman kedua orang tuaku di Sleman, Jogja. Suatu tempat dimana sawah-sawah menghijau,sungai bening mengalir dari mata air gunung, udara yang bersih, dan penduduk yang mayoritas simbah-simbah ramah dan murah senyum *mayoritas anak mudanya merantau ke kota besar*. Setiap ada anak-cucu datang dari Jakarta atau kota besar lain, para tetangga langsung berkumpul sambil membawa beragam buah tangan yang enak-enak, seperti: gethuk singkong gula merah yang ditaburi parutan kelapa muda, geplak, peyek bayam, selondhok, dan sebagainya *lap iler*. Sementara aku dan adikku rebutan gethuk singkong gula merah, para simbah rebutan menanyakan kabar kami selama jauh dari kampung halaman.

Setelah membaca cerita 'pagoda baru' atau cerita 'teman si pria tua', aku jadi mengerti sekarang mengapa para simbah itu antusias njagong mengobrol hingga larut malam dengan kami. Tentu mereka kesepian karena mayoritas anak-cucu merantau. Dan kala ada salah satu anak-cucu tetangga yang mudik, kesepian mereka akan sedikit terobati. Jadi disela-sela ngobrol santai itu, pasti terselip pertanyaan tentang kabar anak-cucu mereka yang juga merantau di Jakarta. Tak jarang pula, ketika kami kembali ke Jakarta, bawaan kami bertambah dua kali lipat karena kami berperan sebagai 'kurir' bagi anak-cucu para simbah yang juga tinggal di Jakarta.

Nenekku pun mungkin seperti para simbah itu juga, karena semua anaknya merantau di kota-kota besar. Apalagi putri tertuanya sekarang tinggal di Nabire, Papua. Di dinding rumah nenekku, terpajang berbagai foto anak-cucu dalam bingkai sederhana. Ada foto pernikahan, foto wisuda, foto sepupuku ketika bayi, bahkan ada fotoku ketika berulang tahun yang pertama *yeayy..aku sudah punya fans di usia 1 tahun*.

Buatku, membaca buku ini mampu membuatku kembali ke masa kecil kala liburan ke rumah nenek. Mengingat kenangan manis yang akan lekat hingga akhir hayat.

Rabu, 23 Januari 2013

Exciting Rafting

0 comments
Akhirnya kesampaian juga rafting di Sukabumi. Padahal kepengennya udah dari lama banget, tapi tiap kali nyari temen pasti ada aja kendalanya. Berawal dari keinginan menghadiri pernikahan salah satu sahabat di Sukabumi tahun 2012 lalu, muncullah ide rafting, karena letak antara tempat resepsi dan lokasi rafting yang 'cukup' dekat alias masih sama-sama sukabumi.. hehehe...

Dikarenakan banyak personil yang sibuk, rencana ke Sukabumi yang awalnya 3 hari 2 malam dipersingkat jadi 2 hari 1 malam *eh mirip2 sama acara ayang Lee Seung Gi di KBS deh*

Berangkat dari Ragunan 70 hari Jumat, jam setengah 10 malam *setelah nonton final bola antara Indonesia-Brunei DS* menggunakan 2 mobil avanza sewaan. Sampai di Sukabumi sudah lewat tengah malam, dan Alhamdulillah ada penginapan yang mau menampung kami... walau harus membangunkan petugas resepsionis tengah malam..

Sabtu pagi, kita semua sudah bersiap untuk menghadiri akad *akibat cuma tidur beberapa jam, pagi itu aku punya mata panda,, yah walau gak sekeren punya SeungRi*. Setelah prosesi akad dan resepsi selesai, kita langsung meluncur ke tempat rafting.. Yeayyy....

Di Sukabumi ini, kita rafting pake jasa arus liar dan sudah booking beberapa hari sebelumnya, jadi walau kita datang agak sore.. kita masih diperbolehkan main *dan kita adalah rombongan terakhir yang diperbolehkan rafting saat itu*





Sebelum memulai kegiatan, para instruktur memberi panduan singkat tentang bagaimana cara mendayung, cara penyelamatan awal kala terjatuh ke sungai, dan cara berpose di depan kamera *yang terakhir ini wajib didengarkan dengan baik*.  Dan setelah yakin semua tim paham, para instruktur pun mempersilahkan kami berangkat mengarungi arus sungai yang cukup deras.

Aku senang, karena akhirnya impianku setelah sekian lama terwujud dan lebih bahagia ketika dapat melakukannya bersama sahabat-sahabat baikku.. Jadi aku gak malu lagi ketika dengan noraknya teriak kegirangan saat melihat ada biawak di pinggir sungai, atau tersenyum lebar sambil melambaikan tangan ke anak-anak menonton dari atas jembatan...

Di akhir rafting, kami disuguhi es kelapa muda yang suegerrrr kala menunggu mobil jeep jemputan yang akan mengantarkan kami kembali ke basecamp untuk berganti pakaian dan makan malam.Menu makan malamnya pun spesial, ada nasi liwet hangat, sayur asem, ikan asin, sambal dan segelas teh hangat untuk meredakan dahaga.. Hmmmm.. Nikmat bangettt...

Jadi pengen rafting lagi dehhh.... Ada yang mau ikutan??



Selasa, 13 November 2012

My First Concert

0 comments
Konser yang aku tonton ini adalah konser artis KPop.... Tepatnya Konser Big Bang Alive Tour 2012
sumber: www.myticket.co.id

Awalnya sih aku belum tertarik untuk menonton langsung konser KPop.. Cukuplah hanya dengan mendengarkan lagu-lagunya. Tapi.. pemikiranku berubah kala promotor Big Daddy menjanjikan untuk mendatangkan Big Bang ke Indonesia.. Wahhh.. Runtuhlah imunku terhadap konser Kpop... Apalagi ada beberapa rekan yang juga berencana untuk datang menonton konser. Bulan Juni 2012, presale ticket sudah dijual online, padahal konsernya sendiri akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2012. Karena aku baru pertama kali membeli tiket secara online, kupikir caranya sama saja dengan belanja online yang lain, cukup datangi situsnya, klik klik klik, semua beres, tiket sudah ditangan. Ternyataaa... susahnya minta ampunn.. aku selalu masuk dalam daftar waiting list.. Huuuuhhh.. sainganku untuk memperoleh tiket konser Big Bang ternyata banyak juga..

Ketika hampir putus asa dan sudah ikhlas kalau tidak jadi nonton konser, aku mendatangi salah satu rekan yang juga akan menonton konser. Aku bilang kalau aku sudah menyerah untuk beli sendiri dan aku titip satu tiket ke dia. Kalau dapat ya syukur, kalau enggak ya berarti belum berjodoh sama Big Bang...

Tiketkuuu...
Beberapa hari kemudian, rekanku bilang dia berhasil memperoleh dua tiket Standing B2. Rasanya senang dan bahagia... Setelah konfirmasi dan transfer, bukti pembayaran pun diperoleh untuk kemudian ditukarkan dengan tiket asli sebulan sebelum konser. Beruntungnya, penukaran tiket di Grand Indonesia bisa dilakukan di hari Jumat, jadilah aku dan rekanku membolos dengan mudah di hari krida.. Sesampainya di Grand Indonesia, ternyata antrian tidak terlalu panjang, jadi kami dengan mudah memperoleh tiket konser.. Yeaayy


Konser Big Bang Alive Tour 2012 di Jakarta dilaksanakan 2 hari di MEIS Ancol, tanggal 12-13 Oktober 2012. Aku sendiri nonton yang tanggal 13 Oktober 2012. Aku dan ketiga rekanku berangkat dari Depok sekitar pukul 13.00 WIB, karena gate konser baru akan dibuka pukul 18.00 WIB. Sesampainya di MEIS Ancol, ternyata sudah banyak penonton yang mengantre. Khusus untuk pemilik tiket Standing A/B, pintu masuk berada di dekat pantai. Huuuu.. panassss....

Antrean di Standing A/B
Di belakang gate, terdapat stand-stand yang menjual merchandise Big Bang. Tapi karena melihat sudah banyak yang mengantre, aku dan rekan-rekan langsung ke tempat antrean. Kalau diingat lagi, aku menyesal deh gak mampir kesana,, banyak barang gratisan.... Huhuhuhu.... Selama mengantre, aku dapat banyak kenalan sesama penggemar Big Bang. Bahkan ada penggemar yang rela jauh-jauh datang dari Malaysia dan Beijing. Padahal Big Bang juga akan konser di negara mereka...

Pukul 18.00 WIB gate dibuka. Sebalnya dengan mayoritas orang Indonesia itu hobi banget berdesakan... Padahal gate cuma ada satu.. Gak sedikit yang akhirnya jatuh pingsan karena kepanasan plus kurang oksigen karena gak kuat berdesakan. Banyak pula yang buang sampah sembarangan.. Huuuhhh.. gimana Jakarta gak banjir melulu.. lha wong orang-orangnya gemar buang sampah dimana aja.. Apa sih susahnya nyimpen sampah dulu di tas, kemudian dibuang saat menemukan tempat sampah??
 
Salah satu rekanku
Di dalam arena konser, aku dan rekan-rekanku langsung duduk di lantai akibat kelelahan berdiri mengantre selama 3 jam. Apalagi nantinya selama konser berlangsung pun kita berdiri karena berada di kelas festival. Konser akan dimulai pukul 20.00 WIB. Jadi, selama menunggu itu, kita pun bongkar tas ambil bekal makanan dan minuman... Hehehe.. Siapkan energi untuk loncat-loncat... Sang promotor pun menyiapkan video-video Big Bang untuk menemani kita menunggu. Beberapa orang sudah langsung berdiri mengambil posisi yang pas. Padahal, konser baru akan dimulai 2 jam kemudian..

konsernya belum mulai
Tepat pukul 20.00 WIB, konser dimulai. Lampu dipadamkan dan di panggung terlihat lima tabung berjajar. Di dalamnya berisi masing-masing member Big Bang. Ketika mereka keluar dari tabung, langsung ada api yang menyembur di pinggir panggung dan aku pun sudah siap menikmati konser.. Badan sudah segar kembali dan aku langsung menyelip ke dalam kerumunan orang untuk mencari posisi yang pas. Awalnya kupikir penggemar Big Bang kebanyakan wanita, karena mereka termasuk boyband yang anggotanya ganteng-ganteng. Ternyata, pas konser teori asal-asalanku tidak terbukti. Banyak juga pria yang suka dengan mereka. Buktinya, aku diapit cowok-cowok tinggi yang hapal semua lagu mereka. Dengan membawa full Band, Big Bang membuktikan kesungguhan mereka untuk menampilkan musik live tanpa minus one dan mereka gak lip sync. Kebanyakan konser artis Kpop menampilkan koreografi yang sempurna yang rapi dan seragam. Lain halnya dengan Big Bang, mereka memang ada koreografinya, tapi terkesan berantakan dan petakilan. Dan itulah yang aku suka dari mereka..


 Big Daddy, promotor terselenggaranya konser Big Bang Alive Tour 2012 di Jakarta pun memberikan hasil yang maksimal dari segi sound system yang terdengar jernih. Tata pencahayaan dan alur konser dari Live Nation pun dikelola dengan baik. Aku gak ada komplen tentang hal itu karena semuanya kereeennn... terutama saat Daesung yang memakai sayap seperti malaikat, terbang ke arah penonton.

Pukul 22.00 WIB, konser berakhir dan aku menyingkir ke belakang. Aku butuh pasokan oksigen segar karena sudah lelah loncat-loncat dan berteriak. Lagipula, aku ingin keluar secepatnya saat gerbang dibuka. Bukan karena aku tidak suka konsernya, tetapi lebih karena ingin menepati janji ke orang tuaku untuk pulang sebelum jam 12 malam (kesannya seperti cinderella yaaa.... hehehe). Di belakang, aku masih dapat menyaksikan konser melalui dua layar lebar yang dipasang di bagian kiri dan kanan. Waktu aku menoleh ke sebelah kanan, eh ada Kamga-nya Tangga yang juga ikut nonton konser.. Ada juga beberapa artis boyband Indonesia, tapi aku gak tau namanya.. hehehe... Sorry,, aku gak suka boyband Indonesia selain trio Libels.

Acara baru benar-benar berakhir pukul 22.15 WIB. Big Bang memberikan 15 menit ekstra untuk membagi-bagikan official merchandise ke penonton. Sayangnya, aku sudah tidak berada di barisan terdepan... Cukuplah kenang-kenangan video dan foto konser buatku..

Pulangnya, aku dan ketiga rekanku berjalan mencari taksi hingga dekat hotel Mercure.. Gileeee... jauh jugaaa jalan dari MEIS ke Mercure.. Tapi demi menepati janji, haruslah diusahakan. Supaya besok-besok dibolehin lagi kalo izin mau nonton konser. Beruntungnya kami, dapat supir taksi yang baik. Dia memberikan air mineral sebotol gedeee untuk kami. Hehehehe.. si Bapak tau aja kita dehidrasi dan udah kehabisan minum... Walau begitu, aku masih tetap waspada.. Jadi, aku foto deh identitas si supir dan aku upload ke jejaring sosial dan aku mms ke adikku. Sehingga kalau ternyata ada apa-apa dengan kami, ada pihak yang dapat membantu.. Syukurlah.. aku berhasil sampai rumah dengan selamat.. kekhawatiranku tidak terbukti.. terima kasih yaa pak Darpi atas air mineralnya..

Playlist