Selasa, 30 Juni 2009

Visit Curug Seribu

2 comments


Sabtu kemarin (27 Jun 09), aku sama temen2 kampus ngadain rapat di Ciampea. Acaranya berjalan cukup baik. Disini aku gak akan ngebahas materi rapatnya, karena pasti bikin bosen buat orang2 selain temen2 kampusku. Yang mau dibahas disini itu lebih ke refreshing yang kita laksanakan di sela2 rapat. Sebelum rapat dimulai, beberapa orang memutuskan untuk main ke curug di belakang villa (termasuk aku). Air di curugnya terasa seperti air es... Dingiiiinnnn... Tapi masih bening dan alami, jadi kita semangat bermain air sambil foto-foto disana.



Setelah berdiskusi ria di malam hari, paginya kita semua berangkat ke curug seribu yang letaknya tidak jauh dari villa yang kami sewa. Awalnya kupikir lintasan menuju curug amat sangat bersahabat (aku membayangkan sama seperti waktu ke curug di belakang vila). Tapi ternyata aku cukup terkejut, karena lintasannya mirip dengan lintasan pendakian gunung (setidaknya menurutku begitu). Untuk menuju curug, lintasanya lebih banyak turunan (dan itu berarti, saat kembali nanti lintasannya berubah menjadi tanjakan)...




Aku sedikit kecewa dengan teman2ku yang melakukan survey lokasi. Mereka tidak memberitahukan jika lintasannya akan seperti ini. Selain itu, mereka tidak memperhatikan kalau aku memang tidak suka naik gunung... Huffffff..... Aku suka dengan pemandangan alam dan merasa takjub dengan keindahan yang disajikan. Namun, saat itu aku merasa tidak punya persiapan yang cukup untuk mendaki gunung....





Akhirnya, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dan berusaha untuk tidak berhenti di tengah jalan. Usahaku tidak sia-sia.... Di balik tebing yang curam, aku melihat pemandangan yang amat sangat indah.... Betapa menakjubkannya ciptaanMu ya Rabb... Beruntung sekali aku dapat melihat keindahan yang tersaji di hadapanku...


Huff... walaupun berakhir dengan batuk2 dan ngebuat aku gak masuk di hari senin-nya gara2 demam tinggi,, aku gak nyesel udah main2 ke Ciampea dan Curug Seribunya.... Disana emang tempat yang bagus dan kerennnnn buat refreshing n liburan....


-jadi pengen kesana lagi...ada yang mau ikut??-

Rabu, 24 Juni 2009

in memoriam...

0 comments
Kemarin Indy beli beng-beng buat orang seruangan dan aku langsung ngambil dua bungkus... Hehehehehe...


Aku mulai membuka bungkus pertama dan mulai menggigit wafer cokelat itu... Hmmmm... Rasanya masih sama enaknya kaya dulu... Jadi inget masa lalu neh... Masa2 waktu aku masih "addict" sama wafer coklat yang satu ini....

Pertama kali makan wafer cokelat ini tuh waktu SMP. Waktu itu dibeliin sama temen yang juga "addict" sama beng-beng. Dia beli dua karena si penjual gak ada kembaliannya. Dan daripada bingung2, dia membeli satu bungkus lagi. Saat itu, aku lagi asik makan nasi uduk Bu kantin (lupa nih nama bu kantinnya... Padahal hampir tiap hari aku makan nasi uduk disitu). Pas aku lihat dia bawa dua bungkus beng-beng,,,, aku langsung bilang:

"Kayaknya enak tuh beng-beng nya..." aku berkata sambil mengunyah nasi yang ada di mulutku (hehehehe,,, bad habit nih.. jangan ditiru yah)

"Mau? Gw lebih satu nih... Ini buat lo aja" katanya sambil menyerahkan beng-beng di hadapanku dengan cueknya. Setelah itu dia langsung jalan ke kelas dan aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Aku pun menyimpan beng-beng itu di saku kemeja sekolahku.

Di kelas saat pelajaran Ekonominya bu MM (hayooo buat anak2 doetha... Masih inget Bu MM gak???), perutku berbunyi... padahal siangnya aku udah makan nasi uduk, kok jam setengah 4 udah bunyi lagi... (waktu kelas satu SMP, aku masuk siang karena ruang kelasnya terbatas sehingga harus berbagi sama kelas tiga). Karena ingat masih punya beng-beng, aku mengeluarkannya dari saku kemeja dan mulai membuka bungkusnya (persis sama seperti saat ini yaitu menyobek bungkusnya dari bagian tengah ujung bungkus beng-beng) perlahan-lahan supaya jangan sampai ketahuan sama bu MM.

Pas ketika bu MM keluar ruangan, aku cepat-cepat menggigit beng-bengnya banyak2 dan langsung mengunyah (hahahahaha, it's also bad habit too). Disaat sedang asik mengunyah tiba2 ada yang menepuk2 bahuku dari belakang dan saat aku menoleh, si pemberi beng-beng itu langsung bilang:

"Itu beng-beng yang tadi?" tanyanya. Dan aku hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan (soalnya mulutku sibuk mengunyah)

"bagi dong, gw juga laper neh." sambil merebut beng-beng yang ada ditanganku, padahal aku belum mengiyakan. Dasar.... Udah dikasih ke aku eh diminta balik....

"Ya udah, besok lo beliin gw lagi ya" kataku

"Iya"

Dan keesokannya pun dia dengan terpaksa iklas membelikanku beng-beng... Hahahahaha... Sapa suruh dia makan lagi beng-beng yang udah dia kasih ke aku.

Sejak itu, kita sering gantian beli beng-beng (hmm,, sebenernya sih dia yang lebih sering, aku hanya beli beng-beng kalau habis ulangan atau ujian). Dan itu cuma jadi rahasia aku sama dia (soalnya kalau semua anak tau, bisa2 mereka juga minta dibeliin... Bisa2 aku sama dia bangkrut deh...)

Uniknya, kebiasaaan itu berlanjut sampai aku SMA. Walaupun aku udah gak satu sekolah sama dia, aku masih sering beli beng-beng. Setiap hari minimal beli satu bungkus pas pulang sekolah. Mas Edo (si penjaga koperasi sekolah) sampai hapal sama aku karena tiap pulang, aku pasti mampir ke koperasi beli beng-beng. Kalau udah musim ujian (ujian apapun yang menggunakan LJK-Lembar Jawaban Komputer-), kembaliannya pasti aku pake buat beli beng-beng....

Rasanya tuh kaya ada semacam "ikatan" antara aku sama beng-beng. Soalnya kalau udah makan itu, aku jadi ngerasa tenang (sugesti nih). Walaupun pas kuliah, kebiasaan itu berangsur-angsur hilang (gak bener2 ilang sih, biasanya kalau aku sama temen2 kuliah ke kantin, aku masih suka beli beng-beng)....

Terus kabar si pemberi beng-beng itu (orang yang membuat aku makan beng-beng untuk pertama kali) apa kabar yah?? Terakhir ketemu dia (si pemberi beng-beng) itu 5 bulan lalu. Aku kaget ngeliat perubahan drastis di dia. Mungkin memang sudah sewajarnya kali ya, soalnya aku pun ngerasa kalau aku juga berubah. So, Terima kasih buat dia yang udah bikin aku suka sama beng-beng.....



-kalo suatu saat kita ketemu lagi, traktir aku beng-beng ya-

Selasa, 23 Juni 2009

serasa dunia berjalan lambat...

0 comments
hari ini udah diawali dengan perasaan gak enak nih... Pagi2 udah ketinggalan bis yang artinya aku mesti nunggu setengah jam buat kedatangan bis berikutnya.. Hufff....

Pas dapet bis yang dicari, eh gak ada tempat duduk kosong plus kejepit diantara penumpang bertubuh besar2 (yang menyebabkan aku susah buat turun)...

Sambil nunggu angkot ke kantor, aku berharap ada yang berbaik hati memberikan tumpangan gratis (dan ternyata harapanku terkabul saat seseorang menghentikan motornya di depanku dan menawarkan tumpangan gratis)... Makasih yaaaa....
-aku menganggapnya keberuntungan pertamaku di hari ini-

Sayangnya keadaan itu gak sejalan dengan keadaan di kantor yang serba cepat dan serba salah karena banyaknya kegiatan yang harus dilakukan hari ini.... Berbagai nasehat dan saran pun ditujukan kepadaku... Huffff, jadi pengen makan enak nih (kalau perasaanku udah gak karuan kaya gini, aku jadi kelaparan...)

Waktu pulang kantor berjalan lambaaattttt.... (kayaknya sih cuma perasaanku soalnya biasanya juga berjalan kaya gini) aku aja yang hiperbolis kayaknya...

ukhhhh.... semoga hari ini berakhir dengan happy ending (hope so...)


-maap ya kalau hari ini postingannya gak mutu-

Playlist